▴Karnaval Kecamatan Ngombol Tahun 2025▴- Kecamatan Ngombol Turut Meriahkan Pasar Apresiasi 2026, Dukung Promosi UMKM Lokal melalui Ngombol Jempol
- Dukung Perencanaan Pembangunan Inklusif, Kecamatan Ngombol Ikuti Pelatihan PPRG Tahun 2026
- Sekcam Ngombol Hadiri Musrenbangdes Penyusunan RKPDes Tahun 2027 Desa Laban
- Sekcam Ngombol Hadiri Pembukaan Bola Voli PGRI Kawedanan Purwodadi Tahun 2026
- Pengurus LPTQ Kecamatan Ngombol Lepas Peserta MTQ Pelajar Tingkat Kabupaten Purworejo Tahun 2026
- BPKPAD Kabupaten Purworejo Selenggarakan Monitoring Validasi Pendataan Pajak Kendaraan Bermotor di Kecamatan Ngombol
- Sekcam Ngombol Hadiri Bimtek Kesadaran Hukum bagi Anggota KORPRI Tahun 2026
- Bupati Purworejo Monitoring Pembangunan Jembatan Penghubung Desa Laban dan Wonosari
- Sekcam Ngombol Hadiri Sosialisasi Keuangan Daerah dan Rakor Pelaporan Keuangan Pemerintah Daerah
- Kasubbag Umpeg Kecamatan Ngombol Hadiri Rakor Penguatan Peran Pengelola Kepegawaian dalam Transformasi Pelayanan Publik
Kasi Pembangunan Kecamatan Ngombol Hadiri Rapat Verifikasi Inovasi di Bapperida Purworejo

Keterangan Gambar : Kasi Pembangunan Kecamatan Ngombol, Pujiharti, S.E., menghadiri kegiatan Koordinasi Persiapan Verifikasi Inovasi Perangkat Daerah Triwulan III Tahun 2026 ada Rabu, 9 September 2026, bertempat di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Purworejo.
PURWOREJO – Dalam rangka memperkuat pengembangan dan pengelolaan inovasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Purworejo, Kasi Pembangunan Kecamatan Ngombol, Pujiharti, S.E., menghadiri kegiatan Koordinasi Persiapan Verifikasi Inovasi Perangkat Daerah Triwulan III Tahun 2026.
Kegiatan dilaksanakan pada Rabu, 9 September 2026, bertempat di Ruang Rapat Bapperida Kabupaten Purworejo. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya koordinasi dan persiapan perangkat daerah dalam menghadapi tahapan verifikasi inovasi, sekaligus memastikan inovasi yang dikembangkan telah memenuhi kelengkapan administrasi, substansi, serta indikator penilaian yang ditetapkan.
Pengembangan inovasi menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kinerja perangkat daerah sekaligus memperkuat budaya inovasi dalam penyelenggaraan pemerintahan. Inovasi diharapkan tidak hanya menjadi bagian dari penilaian, tetapi mampu memberikan solusi terhadap permasalahan yang dihadapi masyarakat serta menghasilkan manfaat yang dapat dirasakan secara nyata.
Pada penilaian inovasi tahun 2025, Kabupaten Purworejo mencatat rata-rata skor 75,53, lebih tinggi dibandingkan dengan rata-rata indeks inovasi di Provinsi Jawa Tengah yang berada pada angka 53,93. Dari total 151 inovasi yang tercatat, sebanyak 114 inovasi diajukan untuk mengikuti proses penilaian.
Dalam kegiatan koordinasi tersebut, Kecamatan Ngombol mempersiapkan dua inovasi yang menjadi bagian dari pengembangan inovasi perangkat daerah, yaitu PANAS MATENG (Pajak Lunas Masyarakat Anteng) dan LIMAS SAPRODI (Listrik Masuk Sawah, Meningkatkan Produktivitas Padi).
PANAS MATENG (Pajak Lunas Masyarakat Anteng) merupakan inovasi yang berfokus pada peningkatan intensifikasi Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) melalui pendekatan pelayanan jemput bola. Inovasi ini bertujuan mendekatkan pelayanan pembayaran pajak kepada masyarakat, meningkatkan kemudahan akses pembayaran, serta mendorong kesadaran dan kepatuhan masyarakat dalam memenuhi kewajiban perpajakan.
Sementara itu, LIMAS SAPRODI (Listrik Masuk Sawah, Meningkatkan Produktivitas Padi) merupakan inovasi yang diarahkan untuk mendukung sektor pertanian melalui pemanfaatan akses listrik sebagai salah satu sarana penunjang kegiatan pertanian. Inovasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas padi sekaligus mendorong pengelolaan pertanian yang lebih efektif dan berkelanjutan.
Melalui koordinasi persiapan verifikasi tersebut, Kecamatan Ngombol terus berupaya memastikan inovasi yang dikembangkan memiliki kelengkapan data, keberlanjutan pelaksanaan, serta dampak dan manfaat yang jelas bagi masyarakat.
Keikutsertaan Kecamatan Ngombol dalam pengembangan inovasi daerah menjadi wujud komitmen untuk menghadirkan tata kelola pemerintahan yang adaptif, kreatif, dan berorientasi pada penyelesaian permasalahan masyarakat melalui inovasi yang aplikatif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata.




