- Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Purworejo Bahas Persetujuan Hibah, RPJMD, dan LKPJ Bupati
- PKH Kecamatan Ngombol Laksanakan Ground Checking Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional di Desa Keburuhan
- Penandatanganan Berita Acara Serah Terima Bantuan CSR PT. Angkasa Pura Support kepada Bank Sampah Resik Apik Desa Tanjungrejo
- Desk Efisiensi Anggaran Perubahan RKPD Kabupaten Purworejo Tahun 2025
- Rapat Koordinasi Gerakan Orang Tua Asuh Stunting (GENTING) di Kecamatan Ngombol
- Rapat Staf Kecamatan Ngombol Bahas Persiapan Jelang Cuti Bersama dan Hari Raya Idul Fitri 1446 H
- Perlombaan Perahu Cano, Akan Memeriahkan Lebaran di Pantai Roro Inten
- Kegiatan Fasilitasi Dana Transfer di Kecamatan Ngombol Diharapkan Percepat Pencairan dan Pertanggungjawaban
- Rakor Pembahasan Rancangan Akhir RKPD Kabupaten Purworejo Tahun 2026 dan Rancangan Perubahan RKPD Kabupaten Purworejo Tahun 2025
- Rapat Koordinasi TPPS Kabupaten Purworejo Tahun 2025 Bahas Strategi Percepatan Penurunan Stunting
Kunker ke Glamping DeLoano, Pjs Bupati Tekankan Pariwisata Terintegrasi
Berita Terkait
- Peringati Hari CTPS Sedunia, Pjs Bupati Purworejo Ikuti Cuci Tangan Bersama0
- Pjs Bupati Purworejo Hadiri Halaqoh Ulama Se-Eks Karesidenan Kedu0
- Pemkab Purworejo Raih PLUT AWARD 2024 dari Kementerian Koperasi dan UKM RI0
- Konferensi Perangkat Desa Kaur Umum dan Perencanaan Se-Kecamatan Ngombol0
- Pelatihan Aplikasi Pengajuan Bansos dan Non Bansos di Gedung Serba Guna Kecamatan Ngombol0
- Monev Bangub Aspal Desa Keburuhan Kecamatan Ngombol0
- Monev Bangub Desa Awu-Awu Kecamatan Ngombol0
- Pembukaan Expo dalam rangka Harnas UMKM ke 9 Tahun 2024 di Kabupaten Purworejo0
- Pembinaan Integrasi Layanan Primer dan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Kabupaten Purworejo Tahun 20240
- Perkumpulan Dharma Wanita Kecamatan Ngombol Gelar Pertemuan, Fokus pada Pengembangan Keterampilan dan Sosial Kemasyarakatan0
Berita Populer
- KEGIATAN POSYANDU BALITA DI DESA NGOMBOL
- RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH HASIL PEMUTAKHIRAN (DPHP) PEMILU 2024
- PELANTIKAN BPD PENGGANTI ANTAR WAKTU (PAW) BPD DESA SUSUK
- TRADISI BERSIH DESA SAAT MEMASUKI BULAN SURO DI DESA LABAN
- PELATIHAN PIDATO BAHASA JAWA BAGI WARGA MASYARAKAT DESA NGOMBOL
- MUSYAWARAH DESA (MUSDES-RPJMDES 2019-2025) DESA DEPOKREJO
- PENUTUPAN TURNAMEN BOLA VOLI ARMADA CUP I 2019
- SEJARAH DESA KLANDARAN KECAMATAN NGOMBOL
- KEGIATAN KARANG TARUNA DESA PAGAK
- AKTIFITAS DI RUANG KASI TATA PEMERINTAHAN KECAMATAN NGOMBOL

Peran Badan Otorita Borobudur (BOB) sangat penting dalam perkembangan pariwisata dan sosial bagi masyarakat di sekitarnya, terutama di Kabupaten Purworejo. Glamping DeLoano diharapkan dapat membangun ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan kearifan dan budaya lokal. Cita-cita tersebut tentunya harus dilakukan dengan sinergitas antara Pemerintah Daerah, BOB, Perhutani dan masyarakat sekitar secara berkesinambungan.
Hal itu disampaikan oleh Pjs Bupati Purworejo Endi Faiz Effendi SPi MA saat melaksanakan kunjungan kerja (kunker) ke Glamping DeLoano, Kamis Sore (18/10/2024). Pada kesempatan itu, Pjs Bupati berdialog dua arah dengan Direktur Utama Badan Otorita Borobudur Agustin Peranginangin dan menikmati legen, salah satu minuman khas yang disediakan disana.
Lebih lanjut Pjs Bupati menyampaikan, Glamping DeLoano sangat potensial dalam perkembangan pariwisata. Hal itu didukung oleh suasana alamnya yang masih asri, udara yang sejuk dan masyarakat yang sangat ramah. Artinya hanya perlu membuat masterplan dan terus dijalankan secara berkelanjutan.
"Pariwisata yang terintegrasi itu tidak hanya menyediakan tempatnya saja. Tetapi perlu penyangga utama, misalnya ketersediaan SDM, makanan yang enak, suasana yang ramah dan akses yang mudah," ujarnya.
Dikatakan juga, Pemerintah Kabupaten Purworejo berkomitmen untuk terus mengawal pembangunan pariwisata potensial. Walaupun dalam pelaksanaannya sangat diperlukan pengkajian-pengkajian yang mendalam.
"Bagaimanapun juga apa yang dibangun dapat diselesaikan dengan tepat guna, tepat fungsi dan tepat waktu. Pembangunan pariwisata tidak hanya untuk saat ini, tetapi sampai puluhan tahun kedepannya," pungkasnya.
Sementara itu Agustin Peranginangin melaporkan bahwa progresnya adalah menyelesaikan tahap awal dari Perpres 46 yaitu tentang 50 hektar lahan sebagai hak pengelolaan. Namun dengan adanya regulasi baru dalam point ini, pemerintahan baru nanti diharapkan dapat menindaklanjuti 250 hektar sisa lahan tentu akan dilaksanakan pelepasan.
"Tentunya akan ada rekomendasi dari provinsi dan kabupaten terkait tata ruang maupun juga rekomendasi teknis dari gubernur terkait regulasi yang ada," lapornya.
Ia menambahkan karena akses yang masih terbatas maka dilakukan event yang terbatas untuk musik dan olahraga.
"Minggu kemarin kita baru saja mengadakan Biosferun, terpaksa kita start dan finish di bawah. Karena pesertanya lebih dari 1000 orang," ujarnya.