▴Karnaval Kecamatan Ngombol Tahun 2025▴- Ketua TP PKK Kabupaten Purworejo Lantik Ketua TP PKK dan Ketua Pembina Posyandu Kecamatan Ngombol
- Kasi Pemerintahan Umum dan Trantibum Kecamatan Ngombol Hadiri Purnawiyata Siswa Kelas IX SMP Negeri 30 Purworejo
- Sekcam Ngombol Hadiri Rakor Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2025
- Kecamatan Ngombol Gelar Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026
- Camat Ngombol Hadiri Pengajian Akbar “Candi Bersholawat” dalam Rangka Haul KH. Farhan Mahruzi Al Hafidz dan Nyai Siti Salimah
- Kecamatan Ngombol Kompak! Kantor Bersih, Lingkungan Asri
- Prakom Kecamatan Ngombol Hadiri Kegiatan Uji Konsekuensi Daftar Informasi Dikecualikan (DIK) PPID Kabupaten Purworejo
- Camat Ngombol Hadiri Sosialisasi Pembentukan Panitia Pengisian Keanggotaan BPD Desa Wingkoharjo
- Camat Ngombol Hadiri Pelantikan dan Pengambilan Sumpah Jabatan Perangkat Desa Rasukan
- Camat Ngombol Hadiri Pembentukan Tim Pelaksana Sosialisasi Pengisian Perangkat Desa Wonoboyo
KEGIATAN PERPUSTAKAAN DESA NGOMBOL
Berita Terkait
Berita Populer
- PELANTIKAN BPD PENGGANTI ANTAR WAKTU (PAW) BPD DESA SUSUK
- KEGIATAN POSYANDU BALITA DI DESA NGOMBOL
- RAPAT PLENO TERBUKA REKAPITULASI DAFTAR PEMILIH HASIL PEMUTAKHIRAN (DPHP) PEMILU 2024
- PELATIHAN PIDATO BAHASA JAWA BAGI WARGA MASYARAKAT DESA NGOMBOL
- MUSYAWARAH DESA (MUSDES-RPJMDES 2019-2025) DESA DEPOKREJO
- PENUTUPAN TURNAMEN BOLA VOLI ARMADA CUP I 2019
- SEJARAH DESA KLANDARAN KECAMATAN NGOMBOL
- KEGIATAN KARANG TARUNA DESA PAGAK
- Bimbingan Teknis Aplikasi e-BMD Dalam Rangka Implementasi Permendagri Nomor 47 tahun 2021
- AKTIFITAS DI RUANG KASI TATA PEMERINTAHAN KECAMATAN NGOMBOL
.png)
Sesuai Undang undang nomor 43 tahun 2007 tentang perpustakaan, pemerintah pusat, provinsi, kabupaten hingga desa mempunyai kewajiban menganggarkan perpustakaan desa. Kalau perpustakaan sekolah, sudah jelas minimal 5 persen APBS dialokasikan untuk perpustakaan sekolah.
Siti Juariah selau ketua Tim Penggerak PKK desa Ngombol menjelaskan, terbentuknya perpustakaan desa di desa Ngombol tidak serta merta langsung mampu meningkatkan minat baca masyarakat tersebut. Karena tumbuhnya minat baca tidak ujug-ujug atau tiba-tiba datang. Tetapi harus dipupuk sejak dini. Ibu-ibu, sangat berpengaruh menumbuhkan minat baca. Maka ibu-ibu harus dekat dengan buku, bukan dekat dengan Gawai (gatget) ketika menemani si kecil saat bercengkrama. Pengaruh ibu sangat dominan dalam penumbuhan minat baca. Anak tidak harus langsung disodori buku untuk membaca. Bisa dengan jalan diajak mendongeng, permainan baru yang kemudian di tempat tersebut disediakan bahan pustaka.
Kendala perpustakaan desa, masalah kekurangan uang masih jadi alasan klasik.Tetapi hal ini bisa dicari solusi dengan pengalokasian dana desa minimal 1 persen untuk kegiatan perpustakaan desa. Lakukan pula bertindak sebagai pemulung buku yakni mencari buku di masyarakat sekiranya buku bukunya tidak lagi diperlukan untuk dibeli atau disumbangkan. Atau juga bisa meminjam buku ke perpusta jual beli di masyarakat.
Dalam hal ini di desa Ngombol untuk menggiatkan kegiatan membaca, dibarengi dengan kegiatan rutin posyandu desa, yang bertempat di ruang perpustakaan desa. Hal ini dimaksudkan ketika si kecil melaksanakan kegiatan posyandu, maka ibu-ibu digiatkan membaca sambil menunggu pemeriksaan rutin posyandu untuk si kecil. Kegiatan posyandu di desa Ngombol dilaksanakan satu kali dalam satu bulan, sebanyak kurang lebih 30 orang yang hadir aktif dalam mengikuti kegiatan posyandu di desa Ngombol.
Lebih lanjut kegiatan ini bukan suatu kegiatan yang start langsung finish. Tapi sebagai langkah awal pengembangan perpustakaan desa. Kedepannya pada saat pertemuan rutin Karang Taruna desa Ngombol, akan diarahkan di ruang perpustakaan desa, sehingga akan menambah minat baca bagi remaja desa Ngombol, pungkas kepala desa Ngombol Suryanto.


.png)
.png)


.png)


