Hadapi Lonjakan Wisatawan 2026, Pemkab Purworejo Matangkan Pengamanan Pantai Pesisir Selatan

By administrator 30 Jan 2026, 23:03:38 WIB Kegiatan

Berita Terkait

Berita Populer

Hadapi Lonjakan Wisatawan 2026, Pemkab Purworejo Matangkan Pengamanan Pantai Pesisir Selatan

Pemerintah Kabupaten Purworejo melalui Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) menggelar Rapat Persiapan dan Kesiapan Pengamanan Destinasi Wisata Kawasan Pantai Pesisir Selatan Tahun 2026, pada Kamis, 29 Januari 2026, bertempat di Gedung Tourist Information Center (TIC) Pantai Dewa Ruci, Desa Jatimalang, Kecamatan Purwodadi, Kabupaten Purworejo. Kegiatan ini dihadiri oleh Camat Ngombol serta unsur stakeholder terkait.

Rapat dibuka dan dilanjutkan dengan paparan materi oleh Kepala Dinporapar Kabupaten Purworejo, Bangun Erlangga I, S.STP., M.M. Dalam paparannya disampaikan bahwa karakteristik pantai selatan memiliki tingkat risiko yang berbeda dibandingkan pantai utara, terutama terkait potensi gelombang tinggi yang dapat terjadi secara tiba-tiba, adanya arus rip current, serta kondisi cuaca yang dapat berubah dengan cepat.

Selain itu, disampaikan pula data statistik kunjungan wisatawan dari enam pantai utama, yaitu Pantai Dewa Ruci, Roro Inten, Kertojayan, Keburuhan, Ketawang, dan Jetis, yang dalam dua tahun terakhir menunjukkan tren peningkatan kunjungan secara konsisten. Kondisi tersebut menjadi dasar pentingnya peningkatan kesiapsiagaan dan penguatan sistem pengamanan kawasan wisata pantai.

Terkait sarana pengamanan, disampaikan kondisi pos pemantauan hingga saat ini, yaitu Pantai Dewa Ruci telah memiliki dua pos dan akan ditambah satu pos yang masih dalam proses, Pantai Kertojayan, Jetis, dan Ketawang masing-masing satu pos, sementara Pantai Roro Inten dan Keburuhan masih belum tersedia pos pemantauan.

Dalam rangka menghadapi potensi lonjakan pengunjung pada masa libur panjang, khususnya Idul Fitri Tahun 2026, pengelola objek wisata diharapkan melakukan sejumlah langkah strategis, antara lain penetapan zona bahaya dengan pemasangan tanda pengaman berupa police line, edukasi aktif kepada pengunjung melalui rambu-rambu dan peringatan suara (voice warning) yang akan dipasang, patroli penyisiran pantai bagi pengunjung yang tidak menaati aturan, serta pemantauan gelombang dan cuaca secara real time.

Rapat juga menekankan pentingnya optimalisasi dan penguatan peran stakeholder dalam pengamanan kawasan wisata pantai agar berjalan secara terpadu, responsif, dan humanis. Stakeholder dibagi menjadi dua kelompok, yakni stakeholder utama yang meliputi Forkopimcam, Pemerintah Desa/Pokdarwis, Puskesmas atau tenaga kesehatan, serta Tim SAR; dan stakeholder pendukung yang terdiri dari BPBD, Satpol PP Damkar, serta Ketua Nelayan.

Peran BPBD sebagai stakeholder pendukung meliputi penanganan penyelamatan dan evakuasi kecelakaan laut, peningkatan kesiapsiagaan dan keselamatan, serta pelaksanaan pengamanan operasional harian disertai edukasi keselamatan bagi pengunjung.

Kegiatan ini juga diisi dengan sambutan dari Polres Purworejo yang diwakili oleh Kabag Ops Polres Purworejo Kompol Sarpan, S.H., M.H., serta tanggapan dan arahan dari Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Purworejo, Ahmat Jainudin, S.IP., M.M. Rapat kemudian ditutup dengan sesi tanya jawab bersama peserta.

Melalui rapat koordinasi ini diharapkan terwujud peningkatan rasa aman bagi masyarakat dan wisatawan, sekaligus memperkuat citra positif destinasi wisata Kabupaten Purworejo, khususnya di kawasan Pantai Pesisir Selatan.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment