Kesbangpol Purworejo Gelar Dialog Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Kecamatan Ngombol Turut Hadir

By administrator 11 Nov 2025, 14:00:02 WIB Kegiatan

Berita Terkait

Berita Populer

Kesbangpol Purworejo Gelar Dialog Ideologi dan Wawasan Kebangsaan, Kecamatan Ngombol Turut Hadir

 

Purworejo, 10 November 2025 — Dalam upaya memperkuat sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam menjaga stabilitas daerah, Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Purworejo menyelenggarakan kegiatan Dialog Ideologi dan Wawasan Kebangsaan dengan tema “Sinergi FKDM dan Masyarakat dalam Deteksi Dini Potensi Konflik Sosial”, bertempat di RM ABK Purworejo, Senin (10/11/2025).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Kepala Bidang Kesatuan Bangsa, Bambang Wisnu Hartoko, A.P., yang hadir mewakili Plt Kepala Badan Kesbangpol Purworejo. Dalam sambutannya, Bambang menegaskan pentingnya membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat agar mampu menjaga stabilitas dan ketenteraman di era digital yang berkembang sangat cepat.

“Deteksi dini terhadap potensi konflik sosial merupakan langkah strategis agar setiap gejolak di masyarakat dapat diantisipasi sejak awal melalui koordinasi antara pemerintah, aparat, dan masyarakat,” ungkapnya.

Dialog ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai instansi, di antaranya Yudhie Agung Prihatno, Plt Kepala Dinas Kominfo Statistik dan Persandian Kabupaten Purworejo, yang membawakan materi Optimalisasi Infrastruktur dan Literasi Digital; Kapten Inf. Eko Setiawan, Pasi Intel Kodim 0708 Purworejo, dengan materi Sinergi Aparat Kewilayahan untuk Deteksi Dini dan Penanganan Dini Konflik Sosial; serta Eko Nurrahmad, Pengurus FKDM Kabupaten Purworejo, yang memaparkan Peran FKDM dalam Kolaborasi Masyarakat dan Pemerintah Menggunakan Teknologi Informasi untuk Deteksi Dini.

Sementara itu, Ketua FKDM Kabupaten Purworejo, H. M. Adi Prawira, menegaskan pentingnya peran seluruh unsur masyarakat dalam mencegah potensi konflik sosial di tingkat lokal.

“FKDM tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan dukungan dan kolaborasi lintas sektor — antara masyarakat, pemerintah, dan generasi muda — agar upaya pencegahan konflik dapat berlangsung efektif dan berkelanjutan,” tuturnya.

Kegiatan yang dimoderatori oleh Arbaah Mintaraga dari FKDM Kabupaten tersebut diikuti oleh berbagai unsur peserta, antara lain perwakilan FKDM Kecamatan, PKUB Kecamatan, Karang Taruna Kecamatan, serta guru pembina dan pengurus OSIS dari sejumlah SMA/SMK di Purworejo.

Dalam kesempatan itu, Kecamatan Ngombol turut hadir melalui perwakilan Kasi Pemerintahan Umum dan Ketenteraman dan Ketertiban (Trantibum) serta Kepala Desa Tunjungan. Kehadiran perwakilan Kecamatan Ngombol menjadi bentuk dukungan aktif terhadap upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan sosial dan kewaspadaan dini di tingkat kecamatan dan desa.

Para narasumber menyoroti pentingnya literasi digital dan etika bermedia sosial di era Society 5.0. Masyarakat diimbau untuk selalu “saring sebelum sharing” dalam menyebarkan informasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang berpotensi memicu konflik.

Selain itu, disebutkan pula bahwa Kementerian Dalam Negeri saat ini tengah memfinalisasi pengembangan Sistem Informasi Penanganan Konflik Sosial (SIPKS) yang akan menjadi sarana penting bagi daerah dalam deteksi dan penanganan dini konflik sosial.

Dialog berjalan interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang hangat, memperlihatkan antusiasme peserta dalam memahami peran bersama menjaga keamanan dan keharmonisan sosial.

Kegiatan ditutup secara resmi oleh Ketua FKDM Kabupaten Purworejo dengan harapan hasil dialog ini mampu memperkuat kolaborasi antar pemangku kepentingan menuju masyarakat Purworejo yang damai, waspada, dan berdaya saing di era digital.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment