Kolaborasi Menuju Daerah Inovatif: Camat Ngombol Hadiri Forum Riset dan Inovasi Purworejo

By administrator 25 Nov 2025, 15:02:53 WIB Kegiatan
Kolaborasi Menuju Daerah Inovatif: Camat Ngombol Hadiri Forum Riset dan Inovasi Purworejo

Keterangan Gambar : Camat Ngombol menghadiri kegiatan Forum Komunikasi Riset dan Inovasi Kabupaten Purworejo Tahun 2025


Camat Ngombol Adi Pawoko, S.STP., M.Si menghadiri Forum Komunikasi Riset dan Inovasi Kabupaten Purworejo Tahun 2025 yang dilaksanakan pada Selasa, 25 November 2025 di De Maji Ecopark, Kecamatan Kaligesing, Kabupaten Purworejo. Forum ini mengambil tema “Kolaborasi Riset dan Inovasi Daerah”, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Purworejo dalam memperkuat ekosistem riset, mendorong tumbuhnya inovasi, serta meningkatkan sinergi antarpemangku kepentingan.

Kegiatan diawali dengan pembukaan oleh panitia, diikuti dengan penyampaian laporan penyelenggara oleh Bapperida Kabupaten Purworejo. Dalam laporannya, Bapperida menjelaskan bahwa forum ini merupakan agenda strategis untuk mempertemukan unsur pemerintahan, dunia akademik, dan lembaga riset dalam satu wadah komunikasi yang terarah. Selain itu, disampaikan pula bahwa riset dan inovasi merupakan elemen penting dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang efektif, pelayanan publik yang berkualitas, serta percepatan pembangunan daerah.

Selanjutnya, kegiatan diisi dengan sambutan Bupati Purworejo, yang secara langsung juga menyerahkan hadiah inovasi daerah kepada perangkat daerah dan lembaga yang berhasil menunjukkan kinerja inovatif. Dalam sambutannya, Bupati menekankan bahwa inovasi bukan sekadar tuntutan zaman, tetapi merupakan kebutuhan mendasar dalam meningkatkan daya saing daerah. Bupati juga mendorong agar kolaborasi lintas sektor terus diperkuat agar hasil riset dapat diimplementasikan secara nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Diskusi Panel 1: Strategi dan Praktik Baik dalam Riset dan Inovasi

Diskusi panel pertama menghadirkan tiga narasumber:

  1. Kepala Bapperida Kabupaten Purworejo – memaparkan Strategi Pemajuan IPTEK Daerah. Materi yang dibahas mencakup arah kebijakan riset daerah, penguatan data dan perencanaan berbasis penelitian, hingga upaya mengoptimalkan birokrasi inovatif melalui pemanfaatan teknologi informasi.

  2. D. Joko Mulyono, S.STP., M.Si (BRIDA Provinsi Jawa Tengah) – menyampaikan materi Konsep Kolaborasi Riset dan Inovasi. Narasumber menekankan pentingnya jejaring kolaborasi antara pemerintah daerah, peneliti, dan lembaga swasta. Beliau juga menjelaskan model kolaborasi efektif yang dapat diterapkan di tingkat kabupaten untuk mempercepat transfer pengetahuan dan teknologi.

  3. Dr. Hesti Respatiningsih, SE., M.Par (STIE Rajawali) – memberikan paparan mengenai Best Practice Kolaborasi Riset dan Inovasi. Contoh keberhasilan kolaborasi antara kampus dan pemerintah dijelaskan secara rinci, termasuk praktik riset terapan yang mampu menyelesaikan permasalahan di masyarakat, meningkatkan kualitas UMKM, serta mendorong inovasi layanan publik.

Materi dalam diskusi panel pertama menegaskan bahwa kolaborasi merupakan kunci dalam menciptakan inovasi yang berkelanjutan. Sinergi antarinstansi menjadi faktor utama dalam memastikan riset tidak berhenti pada tataran teori, tetapi mampu diimplementasikan di lapangan.

Diskusi Panel 2: Peran Perguruan Tinggi dalam Ekosistem Riset Daerah

Diskusi panel kedua berfokus pada Peran Perguruan Tinggi dalam Menghidupkan Ekosistem Riset dan Inovasi di Daerah, khususnya pada bidang ketahanan sosial dan tata kelola pemerintahan. Panel ini menghadirkan:

  • Direktur STIKES Purworejo,

  • Direktur STAINU Purworejo,

  • Rektor IAI An-Nawawi Purworejo.

Ketiga narasumber menjelaskan berbagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam menguatkan ekosistem inovasi daerah, mulai dari penyediaan data ilmiah, dukungan penelitian tematik sesuai kebutuhan wilayah, hingga pendampingan masyarakat melalui program pengabdian. Mereka juga menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam membentuk sumber daya manusia yang adaptif, kritis, dan responsif terhadap tantangan pembangunan daerah.

Melalui paparan yang disampaikan, forum menghasilkan beragam rekomendasi, antara lain perlunya peningkatan kemitraan riset antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, penguatan inovasi berbasis teknologi, serta optimalisasi riset untuk mendukung pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment