Pemerataan Distribusi Air Irigasi Desa Wingkosigromulyo Dibahas Bersama Lintas Sektor

By administrator 17 Sep 2026, 10:58:16 WIB Pemerintahan
Pemerataan Distribusi Air Irigasi Desa Wingkosigromulyo Dibahas Bersama Lintas Sektor

 

NGOMBOL – Upaya pemerataan distribusi air irigasi untuk memenuhi kebutuhan lahan pertanian masyarakat Desa Wingkosigromulyo, Kecamatan Ngombol, menjadi perhatian dalam rapat koordinasi yang dilaksanakan pada Rabu, 16 September 2026, di Ruang Kerja Camat Ngombol. Rapat berlangsung pukul 11.00–13.00 WIB dan dipimpin oleh Camat Ngombol.

Rapat dihadiri oleh Kepala Desa Wingkosigromulyo, Ketua dan anggota BPD Desa Wingkosigromulyo, perwakilan kelompok tani, BPP Ngombol, UPT Pengairan Purwodadi, serta Pelaksana Seksi Pembangunan Kecamatan Ngombol.

Pembahasan dilakukan sebagai tindak lanjut atas permasalahan distribusi air irigasi yang disampaikan oleh Pemerintah Desa, BPD, dan kelompok tani Desa Wingkosigromulyo. Distribusi air selama ini dirasakan belum optimal untuk memenuhi kebutuhan pengairan lahan pertanian masyarakat, khususnya pada Musim Tanam (MT) III Tahun 2026.

Desa Wingkosigromulyo memiliki areal persawahan seluas kurang lebih 58,86 hektare, sedangkan pada MT III Tahun 2026 terdapat sekitar 41,70 hektare areal persawahan yang ditanami. Dalam pembahasan disampaikan bahwa areal persawahan tersebut belum memperoleh droping atau giliran air irigasi secara memadai.

Di sisi lain, terdapat jalur atau saluran irigasi Siwatu yang melintas di wilayah Desa Wingkosigromulyo sepanjang kurang lebih 1 kilometer. Aliran air tersebut selanjutnya dimanfaatkan untuk mengairi areal persawahan di desa-desa sekitar. Kondisi ini menjadi perhatian Pemerintah Desa dan masyarakat petani karena jalur irigasi yang melintas di wilayah Desa Wingkosigromulyo belum memberikan manfaat pengairan secara proporsional bagi areal persawahan setempat.

Dalam rapat, peserta membahas perlunya kejelasan pola, jadwal, dan sistem giliran pembagian air irigasi. Pengaturan distribusi air perlu mempertimbangkan ketersediaan debit air, kondisi jaringan irigasi, luas areal pertanian, pola tanam, serta kebutuhan air tanaman.

BPP Ngombol turut memberikan masukan dari sisi pertanian, khususnya mengenai kebutuhan air bagi tanaman dan pentingnya menyesuaikan penyaluran air dengan pola serta jadwal tanam. Data luas lahan dan kelompok tani penerima manfaat juga perlu divalidasi agar dapat digunakan sebagai dasar dalam pengaturan giliran air.

Selain persoalan distribusi, rapat membahas pentingnya validasi dan sinkronisasi data areal pertanian. Data luasan sekitar 58,86 hektare dan 41,70 hektare perlu dikonfirmasi kembali dengan data teknis dan administrasi pengairan. Sinkronisasi tersebut diperlukan agar pembagian air didasarkan pada data yang valid serta untuk menghindari pencatatan atau perhitungan areal secara ganda (double area).

Dari sisi teknis pengairan, UPT Pengairan Purwodadi diharapkan membantu melakukan pengecekan terhadap kondisi jaringan dan aliran air menuju wilayah Desa Wingkosigromulyo. Koordinasi antara UPT Pengairan, pemerintah desa, kelompok tani, dan BPP Ngombol diperlukan agar jadwal pembagian air dapat diketahui dan dipahami oleh masyarakat petani.

Camat Ngombol menekankan bahwa penyelesaian permasalahan irigasi perlu dilakukan melalui koordinasi bersama, data yang jelas, serta pengecekan kondisi teknis di lapangan. Pemerataan distribusi air perlu menjadi perhatian bersama dengan tetap memperhatikan kewenangan dan ketentuan teknis dalam pengelolaan jaringan irigasi.

Sebagai tindak lanjut, akan dilakukan koordinasi dan pengecekan terhadap kondisi jaringan serta aliran irigasi yang melayani wilayah Desa Wingkosigromulyo. UPT Pengairan diharapkan memberikan informasi mengenai jadwal dan sistem giliran pembagian air kepada pemerintah desa dan kelompok tani.

Pemerintah Desa Wingkosigromulyo juga menyampaikan permohonan kepada Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Purworejo untuk melakukan peninjauan dan pengecekan lapangan terhadap kondisi Saluran Irigasi Siwatu yang melintas di wilayah desa. Permohonan tersebut mencakup evaluasi terhadap pola dan jadwal pembagian air serta upaya agar areal persawahan Desa Wingkosigromulyo yang ditanami sekitar 41,70 hektare pada MT III dapat memperoleh giliran atau droping air irigasi.

Selain itu, Pemerintah Desa Wingkosigromulyo mengharapkan adanya arahan dan solusi teknis terkait pengaturan jaringan atau bangunan pembagi apabila secara teknis memungkinkan, sehingga sebagian aliran dari Jalur Siwatu dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan pengairan areal persawahan Desa Wingkosigromulyo sesuai ketentuan dan kewenangan yang berlaku.

Melalui koordinasi lintas sektor tersebut, diharapkan permasalahan distribusi air irigasi dapat ditindaklanjuti berdasarkan data yang valid, kondisi teknis jaringan, ketersediaan air, serta kebutuhan pertanian di lapangan. Pemerintah Desa bersama kelompok tani juga siap mendukung pelaksanaan pengecekan maupun penanganan di lapangan sebagai bagian dari upaya memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian masyarakat.




Write a Facebook Comment

Tuliskan Komentar anda dari account Facebook

View all comments

Write a comment